Pernahkan kalian merasakan di suatu waktu ketika kalian sedang explore Instagram, kalian merasa kagum sekaligus heran, mengapa foto-foto mereka (fotografer) begitu bagus dan enak untuk dilihat?

Sedangkan di waktu yang bersamaan kalian melihat feed Instagram kalian sendiri dan rasanya pengen ngehapusin semuanya karena ga enak dipandang? hehe.

Padahal misalnya, kamera yang dipakai sama, lokasi pemotretan pun sama tapi kok hasil fotonya jauh beda?

Lantas, apa sih yang membedakan? Bukan berarti kita tidak berbakat, tapi yang penulis yakini, alasan perbedaan kualitas hasil foto tersebut adalah

JAM TERBANG dan PENGALAMAN di balik kamera.

Semakin banyak jam terbang dan pengalaman memotret, dijamin kualitas hasil foto kalian akan meningkat drastis.

Lalu, bagaimana caranya? Penambahan jam terbang dan pengalaman di bidang fotografi ini bukan hanya sekedar jeprat-jepret asal-asalan dong pastinya, ya ga?

Yup, berdasarkan pengalaman penulis, inilah TIPS dan CARA terefektif untuk membuat kita mahir fotografi :

1. FOLLOW Fotografer-Fotografer berbagai Genre

Di era internet ini, mudah sekali kita melihat karya-karya dari para fotografer di seluruh dunia. Contohnya Instagram, yang pengguna aktifnya mencapai ratusan juta di seluruh dunia.

Nah, lantas untuk apa follow mereka?

Alasannya sederhana, yaitu

  • Untuk membiasakan mata kalian dengan sering melihat foto-foto yang memiliki komposisi baik, pencahayaan yang baik, angle foto yang bermacam-macam, peletakan objek dalam foto, dll yang intinya adalah meningkatkan sense fotografi kalian. Kalian sadari atau tidak, semakin sering dan terbiasa kita melihat foto-foto yang baik, sense fotografi kita terus menerus meningkat di dalam alam bawah sadar kita, percaya deh!
  • Menambah pengetahuan berbagai genre fotografi. Follow-lah fotografer-fotografer berbagai genre, mulai dari fotografer portraiture, nature/landscape, street photography, human interest, minimalism photography, macro photography, night photography, architecture photography, journalistic photography dll. Semakin sering kalian melihat foto-foto dengan berbagai genre tersebut, selain pengetahuan kalian dalam fotografi bertambah dan memberikan kalian ide-ide dalam permainan fotografi kalian, seperti pada poin 1, sense fotografi kalian dijamin makin kuat.

2. TIRU

Iya, TIRU! atau COPY!

Jangan takut dan merasa berdosa dengan melakukan tiru-meniru dalam proses belajar. Karena memang belajar itu adalah proses meniru dari yang sudah ahli, betul ga? asal jangan plagiarisme aja yang melanggar hukum hehe.

So, setelah kalian follow para fotografer tadi, dan melihat berbagai macam foto untuk menjadi referensi,

Ambil kamera kalian dan recreate atau buatlah kembali sebuah foto yang menyerupai foto yang menjadi referensi kalian tersebut.

Dengan melakukan hal tersebut kalian akan berpikir keras bagaimana caranya kalian bisa meniru foto tersebut dengan baik. Mulai dari setting-an kamera seperti ISO, Aperture, Shutter Speed, metering lalu ke sense pemotretan mulai dari angle, cahaya, peletakan objek dll, yang bagaimana caranya kalian bisa mendekati atau malah lebih baik dari referensi foto yang sedang kalian tiru.

Bayangkan, jika dari semua genre fotografi tadi, kalian sudah bisa meniru dengan baik…Kalian sudah JAGO tuh!

Teknik dan sense dari masing-masing genre fotografi kalian kuasai, alhasil, mau foto apapun itu, dijamin pasti bisa! dan mungkin kalian suatu saat mampu menemukan genre foto kalian sendiri yang menjadi signature atau ciri khas fotografi kalian, amin!

3. EKSPLOR dan BELAJAR HAL BARU

Nah, langkah ini nih yang paling wajib dilakukan. Fotografi pada intinya adalah merekam sebuah momen yang mungkin tidak akan terulang kembali. Jadi, jika kalian tidak melakukan eksplorasi, bagaimana kalian bisa meningkatkan kemampuan fotografi kalian?

Ambil kamera kalian, go outside, eksplor dunia ini dan cobalah untuk memotret berbagai momen dengan berbagai genre fotografi yang sudah kalian pelajari tadi.

Sharing bersama teman-teman fotografi kalian, bertukar tukar ilmu fotografi, bahkan ikutilah kontes fotografi untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan fotografi kalian.

Eksplor juga dari segi teknis kamera. Eksplor berbagai setting kamera, eksplor berbagai angle pemotretan, eksplor berbagai lensa kamera, eksplor berbagai merek kamera, rasakan perbedaannya. Tidak harus punya, bisa pinjam ke teman kalian.

Intinya adalah kalian harus senantiasa mempelajari hal-hal baru dan tidak pernah boleh berhenti, jika kalian memang ingin mahir fotografi, ataupun mahir dalam bidang apapun, belajar secara terus menerus adalah kuncinya ya kan?

4. KRITIK dan SARAN

Poin ini adalah hal yang sederhana tapi tidak semua orang bisa melakukannya.

Padahal kritik atas karya kita sangatlah penting untuk pertumbuhan kemampuan kita. Melalui kritik, kita mengetahui apa yang menjadi kekurangan dari karya kita melalui sudut pandang orang lain ataupun dari sudut pandang diri kita sendiri.

Jadi, kritiklah karya foto kalian sendiri, cari kekurangannya dan lakukanlah apa yang bisa memperbaiki karya kalian menjadi lebih baik.

Lalu, mintalah kritik kepada orang lain. Hasil karya foto kita ditujukan untuk diperlihatkan kepada orang lain kan? Jadi merekalah pemirsa dari karya foto kita, mereka pun berhak untuk mengkritik kita. Setelah mendengarkan kritik mereka, mintalah saran mengenai apa yang harus diperbaiki agar karya kita menjadi lebih baik.

Untuk melakukan poin 4 ini, kita harus legowo, siapkan mental dengan tekad untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Jangan sampai ketika kita mendapat kritik, kita malah menjadi emosi, jangan sampai deh ya.

Fotografi adalah karya seni, artinya bersifat subjektif. Kita pasti mengalami satu waktu dimana karya kita disukai oleh seseorang, tetapi juga tidak disukai oleh orang lainnya.

Intinya adalah meski ada orang yang tidak menyukai karya kalian, bukan berarti karya kalian tidak baik, mungkin di sisi lain ada yang sangat menyukai karya kalian, hanya beda selera saja. Jadi jangan takut untuk terus belajar dan berkarya dalam fotografi.

Catatan : Jika kalian ingin menjadi professional photographer yang mengambil order dari pelanggan, maka kalian harus mampu memposisikan diri di pelanggan kalian dan memotret sesuai kriteria yang mereka inginkan. Idealisme kita harus agak dikorbankan hehe. Karena intinya adalah bagaimana si pelanggan satu ini menyukai hasil fotonya ya kan?

Segitu dulu untuk kali ini, semoga kalian terinspirasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan fotografi kalian.

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: